Sabtu, 04 Mei 2019

Kampanye Gahkarhutla Sebagai Antisipasi Bahaya Karhutla Di Wilayah Kerja Daops Sarolangun

Merangin, 03 Mei 2019

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin menjadi perhatian dunia. Sudah selayaknya ini juga menjadi konsen seluruh pihak, bukan hanya pemerintah tetapi peran serta masyarakat sudah harus dapat dioptimalkan dalam kegiatan Gahkarhutla. Ini terlihat dari beberapa kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Galaag KLHK baik saat patroli maupun secara formal untuk dapat merangkul masyarakat dalam pencegahan Gahkarhutla.

Pada kurun waktu Januari s/d November  218 terdapat 131 jumlah Hotspot yang terpantau oleh satelit di wilayah kerja Daops Sarolangun. Antara lain 61 titik di Kabupaten Sarolangun, 53 titik di Kabupaten Merangin dan 17 titik di Kabupaten Kerinci/Kota Sungai Penuh. Hanya selisih sedikit sekali dari jumlah titik hotspot yang  terpantau pada tahun 2017 yang berjumlah 137 titik.

Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun beserta seluruh instansi terkait dan stakeholder terus memberikan himbauan, peringatan, sosialisasi terhadap masyarakat terkait larangan dan bahaya karhutla. Baik itu secara mandiri ataupun dengan berkolaborasi bersama. 

Saat ini Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun baru saja menjalani beberapa kegiatan terkait antisipasi karhutla dalam waktu mendatang. "Untuk saat ini kita masih siaga 2, salah satu faktornya karna saat ini musim hujan, kejadian karhutla masih kecil, tapi kita tetap patroli,” ungkap Kadaops Sarolangun Muhamad Hakim beberapa yang lalu saat diwawancarai oleh salah satu awak media.

Namun dengan begitu tidak mengurangi gerak langkah pasti Galaag KLHK Daops Sarolangun mengendalikan karhutla terutama dalam pencegahan. Baru-baru ini Manggala Agni KLHK telah menjalani giat Kampanye Gahkarhutla di 3 titik lokasi yang berbeda antara lain Desa Tanjung Benuang, Desa Langling, dan Desa Aurberduri yang merupakan Desa yang terletak di Kabupaten Merangin. 

Tim melakukan Kampanye secara bersamaan, ini guna untuk dapat mengantisipasi bahaya karhutla diwaktu mendatang mengingat intensitas hujan juga diprediksi berakhir pada akhir April kemarin. (sumber: BMKG)

Kita akan terus melakukan pencegahan, sebelum musim panas datang, baiknya kita melakukan sosialisasi agar masyarakat paham dan mengerti akan bahaya asap yang ditimbulkan dari bencana karhutla. Ujar salah anggota Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun yang dimintai keterangan saat setelah melakukan kampanye Gahkarhutla.

Selain sosialisasi bahaya karhuyla Dalam Kampanye Gahkarhutla ini tim juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait isu Perubahan Iklim yang saat ini sedang melanda dunia. Lebih daripada itu tim juga mensosialisasikan Program Kampung Iklim yang telah dicetuskan oleh Kementerian LHK dalam untuk mengapresiasi Desa-desa yang telah melakukan aksi-aksi penurunan dampak Perubahan Iklim.

(Humas Daops Sarolangun/Harry)







Selasa, 30 April 2019

Pembentukan MPA (Masyarakat Peduli Api) Desa Lamban Sigatal & Desa Lubuk Napal oleh Manggala Agni KLHL Daops Sarolangun


Sarolangun, 30 April 2019

Pembentukan MPA di Kabupaten Sarolangun berlokasi di Desa Lamban Sigatal Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Terdiri dari 2 (dua) masyarakat Desa, yaitu Desa Lamban Sigatal & Desa Lubuk Napal.
Dalam pembentukan MPA kali ini hadir bersama: 
1. Adami Tamsir (Kades Lamban Sigatal).
2. Suwarna & Reinhart (Ditjen PPI Kementerian LHK)
3. Arthur D, Sinaga, S.Pi, M.Si (Staf Balai PPIKHL Wilayah Sumatera.
4. Muhamad Hakim (Kadaops Sarolangun).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lamban Sigatal mengatakan bahwa harapan terbesar dari kegiatan ini adalah terletak pada tindak lanjut setelah pembentukan ini, dimana MPA ini nanti akan diperlukan, saling bahu membahu bersama pemerintah terkait pencegahan karhutla khususnya didesa rawan sekitas desa Lamban sigatal ini umumnya, dan desa lamban sigatal ini sendiri khususnya.

Suwarna (Ditjen PPI KemenLHK) dalam sambutannya yang menanggapi saran dari Kepala Desa, setelah pembentukan MPA ini, pasti ada pembinaan-pembinaan kepada MPA, namun dengan begitu marilah para peserta MPA ini ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla di desa nya masing-masing. Karena para peserta MPA inilah yang nantinya akan kita butuhkan terjun kelapangan langsung membantu pemerintah, rekan-rekan dari Manggala Agni untuk dapat mencegah serta bersama-sama menyelamatkan masyarakat dari bahayanya bencana asap.

Dalam kegiatan ini Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun diberikan kepercayaan secara penuh untuk melatih, dan dapat menciptakan MPA yang tangguh yang dapat diandalkan dilapangan dalam aksi pencegahan karhutla bersama Manggala Agni.

Jumlah peserta dari pembentukan MPA ini adalah 30 orang atau dua regu yang masing-masing regu terdiri dari 15 orang. Adapun susunan kegiatan dari pembentukan MPA ini antara lain:
1. Dasar-dasar Karhutla
2. Pencegahan
3. Teknik Pemadaman
4. Pengenalan & cara penggunaan peralatan pemadaman (manual & semi mekanis)
5. Praktek/Simulasi Pemadaman


Hasil dari kegiatan ini adalah Masyarakat Peduli Api dapat memahami jenis kebakaran dan mengetahui teknik-teknik pemadaman baik secara dini dengan menggunakan peralatan-peralatan manual  maupun secara langsung menggunakan peralatan lengkap pemadaman karhutla.

Kegiatan tambahan yang dijalankan oleh rekan-rekan Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun adalah memberikan pelatihan kepada MPA terkait teknik pembuatan peralatan manual damkarhutla yaitu Kepyok. Selain itu Daops Sarolangun juga menyerahkan beberapa peralatan manual kepada pihak Desa Lamban Sigatal & Desa Lubuk Napal agar dapat digunakan oleh MPA dalam penanganan dini kejadian karhutla.

Humas Galaag KLHK Daops SRL














DAOPS SAROLANGUN DALAM BINGKAI ACARA SIMULASI & EVAKUASI MANDIRI BENCANA KARHUTLA TNBD (TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS)

Sarolangun, 25 April 2019


Berlokasi di wilayah kantor Resort Tanaman Nasional Bukit Dua Belas, Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun diminta untuk dapat menjadi narasumber dan tim Evaluasi dalam kegiatan Simulasi & Evakuasi Mandiri Bencana Karhutla Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Dalam kegiatan tersebut Anggota Manggala Agni yang diperintahkan oleh Kepala Daops Sarolangun bapak M.Hakim, diminta untuk dapat menyampaikan tentang pengenalan peralatan dan penggunaan secara baik dan benar menurut SOP Damkarhutla (Manual & Semi Mekanis) secara gamblang kepada peserta yang terdiri dari:
1. MPA (Masyarakat Peduli Api)
2. KMPA (Kelompok Masyarakat Peduli Api)
3. MMP (Mayarakat Mitra Polhut)
4. Masyarakat Destana (Desa Tangguh Bencana)
5. MSA (Masyarakat Siaga Api)

Selain penyampaian teori pengenalan dan pengguanaan peralatan Damkarhutla tersebut masyarakat yang terdiri dari beberapa kelompok tersebut diatas juga melakukan Simulasi & Evakuasi Mandiri Bencana Karhutla yang dikomandoi para anggota Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas. Galaag KLHK dalam hal simulasi ini diminta untuk dapat mendampingi tim simulasi dan melihat segala rangkaian kegiatan simulasi dan kemudian meng-evaluasi terkait kegiatan simulasi tersebut...

Hasil yang didapatkan bahwa keseluruhan kegiatan simulasi tersebut berjalan dengan baik dan lancar, seluruh anggota tim dapat berkomunikasi dengan baik dilapangan, hanya saja terdapat sedikit kesalahan dalam pergerakan tim yang kurang memperhatikan SOP dalam penggunaan peralatan Damkarhutla

Harapannya semoga acara yang diselenggarakan oleh TNBD ini dapat selalu dilaksanakan sebagai persiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana karhutla sebelum musim kemarau datang. Dan semoga pihak pemerintah dalam hal ini dapat terbantu dengan adanya sumbangsih masyarakat dalam pencegahan karhutla dikabupaten Sarolangun khusunya...Bersama kita Bisa Cegah Karhutla...

Dalam undangan turut hadir;
1. KEPALA BALAI TNBD
2. KALAKSA BPBD KABUPATEN SAROLANGUN (Narasumber)
3. TNI (Narasumber)

HUMAS DAOPS SRL









Senin, 11 Maret 2019

PENYERAHAN REWARDS DESA MAKMUR PEDULI API DI KECAMATAN AIR HITAM & KECAMATAN PAUH KABUPATEN SAROLANGUN

SAROLANGUN, 11 MARET 2019

Bertempat dilapangan Kantor Camat Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Kepala Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun menyaksikan langsung prosesi penyerahan rewards Desa Makmur Peduli Api yang diserahkan oleh PT. Bahana Karya Semesta & PT. Primatama Kreasimas selaku Tim Penilai dan Evaluasi Program Desa Makmur Peduli Api. Penilaian didasarkan dan berlaku pada pelaksanaan Program Desa Peduli Api yang dijalankan oleh dua perusahaan perkebunan tersebut. penilaian berlaku pada 9 (Sembilan) desa binaan PT. Bahana Karya Semesta & PT. Primatama Kreasimas yang berada diwilayah Kecamatan Air Hitam & Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun. Desa yang terpilih mendapatkan Rewards tersebut antara lain:

1. DESA MENTAWAK ULU
2. DESA MENTAWAK BARU
3. DESA PEMATANG KABAU
4. DESA LUBUK JERING
5. DESA JERNIH
6. DESA SEMURUP
7. DESA BARU
8. DESA LUBUK KEPAYANG
9. DESA KASANG MELINTANG

Bapak Bupati yang dalam hal ini diwakilkan oleh Bapak Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun Bapak Hilalatil Badri menyampaikan dalam sambutannya, isu lingkungan hidup khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih merupakan isu aktual dan strategis di Kabupaten Sarolangun untuk segera diselesaikan. Hal ini karena potensi hutan yang masih cukup luas, sehingga aktifitas mata pencaharian masyarakat Sarolangun sangat tergantung kepada keberadaan hutan untuk digunakan sebagai lahan perkebunan. Disamping itu, hutan di Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk berinvestasi disektor perkebunan seperti perkebunan sawit dan karet. Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu yang lalu seperti kita ketahui bersama, kita dihadapkan dengan persoalan serius yaitu bencana asap yang terjadi di Indonesia termasuk Provinsi Jambi. Hal ini berdampak kepada terganggunya sektor lain seperti menurunnya kualitas udara, aktifitas ekonomi, transportasi, pendidikan, dan sektor-sektor lainnya. artinya bencana asap yang lalu telah memberikan dampak negatif yang sangat besar terhadap aktifitas kehidupan masyarakat yang dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya pelaku pembakaran, tegasnya.

Penanggulangan bencana karhutla merupakan tanggung jawab kita semua, baik Pemerintah, Masyarakat, maupun Swasta yang dilakukan secara sinergi, tambahnya.


Semoga desa-desa terpilih dapat mengemban tugasnya dengan baik setelah ini sebagai penerima Rewards Program Desa Peduli Api, sehingga desanya terhindar dari bencana karhutla yang kapan saja dapat membahayakan jiwa...

SAROLANGUN/HUMAS DAOPS SAROLANGUN